oleh

4 Misteri Pelarian Cai Ji Fan di Bogor, Ikut Pelatihan Militer Cina

Jakarta, buktipers.com – Pelarian narapidana mati kasus narkoba Cai Changpan alias Cai Ji Fan masih misterius. Batang hidung Cai Ji Fan belum ditemukan.

Polisi berbekal informasi jika Cai Ji Fan lari ke hutan Bogor dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang.

Sejumlah fakta baru terungkap dari aksi pelarian Cai Ji Fan. Begitu juga latar belakang Cai Ji Fan yang ternyata sangat mengejutkan.

Berikut fakta-fakta baru yang terangkum:

1.Dibantu Sipir dan PNS

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sejauh ini telah ditemukan adanya dua petugas lapas yang terindikasi membantu Cai Ji Fan melarikan diri.

Keduanya merupakan petugas sipir dan pegawai negeri sipil (PNS) Lapas Klas 1 Tangerang.

“Pertama adalah inisialnya S dia sipir lapas, kemudian satu lagi adalah inisialnya S dia PNS daro lapas,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Yusri menyampaikan, saat ini pihaknya berencana melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Menurut Yusri, gelar perkara dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dibalik perbuatan kedua petugas lapas tersebut.

“Kedua orang ini sementara menjadi saksi, tapi rencana kita lakukan gelar perkara untuk menentukan meningkatkan apakah yang bersangkutan bisa ditentukan sebagai tersangka,” ujarnya.

2.Beli Alat Perkakas Penggali Lubang

Polisi mengungkap peran petugas sipir dan pegawai negeri sipil (PNS) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang yang diduga turut membantu narapidana mati kasus narkoba Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) melarikan diri melalui gorong-gorong.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa petugas sipir dan PNS lapas yang keduanya berinisial S tersebut diduga membantu Cai Ji Fan membelikan perkakas bangunan yang digunakan untuk menggali lubang hingga menembus gorong-gorong. Salah satunya yakni mesin pompa air.

“Dia menerima uang dari tersangka kemudian beli menggunakan alamat yang bersangkutan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Selain membelikan alat perkakas, Yusri menyebut bahwa petugas sipir juga turut mengantarkan alat tersebut kepada Cai Ji Fan. Atas bantuannya itu, Cai Ji Fan pun memberikan imbalan sebesar Rp100 ribu.

“Menurut keterangan dia membeli itu dia dapat imbalan Rp100 ribu, dia mengantar juga Rp 100 ribu, itu keterangannya dari yang bersangkutan,” bebernya.

3.Oknum Lapas Beli Alat Perkakas, Diupahi Rp 100 Ribu

Polisi mengungkap ada peran oknum petugas sipir dan PNS Lapas Klas 1 Tangerang yang diduga turut membantu napi tersebut kabur.

Petugas sipir dan PNS Lapas yang keduanya berinisal S, diduga membantu terpidana mati itu membelikan alat perkakas bangunan.

Alat itulah yang digunakan napi kasus narkoba itu untuk menggali lubang hingga menembus gorong-gorong samping Lapas.

Salah satu alat yang dibeli adalah mesin pompa air.

“Dia menerima uang dari tersangka kemudian beli menggunakan alamat yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Selain membelikan alat perkakas, Yusri menyebut bahwa petugas sipir juga turut mengantarkan alat tersebut kepada Cai Ji Fan.

Atas bantuannya itu, Cai Ji Fan pun memberikan imbalan sebesar Rp 100 ribu.

“Menurut keterangan dia membeli itu dia dapet imbalan Rp 100 ribu, dia mengantar juga Rp 100 ribu, itu keterangannya dari yang bersangkutan,” bebernya.

4.Punya Kemampuan Dasar Militer

Polisi kembali mengungkap fakta baru soal latar belakang narapidana mati kasus narkoba Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) yang melarikan diri dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang. Cai Ji Fan ternyata memiliki kemampuan dasar militer.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan jika kemampuan tersebut diperoleh Cai Ji Fan saat mengikuti program pendidikan militer di Cina.

Atas dasar kemampuan itu lah Cai Ji Fan kekinian diduga melarikan diri ke dalam hutan di wilayah Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

“Jadi bagaimana dia menghadapi survival itu dia memang sudah punya dasar, makanya sekarang kita terus bergerak pengejaran menyusuri hutan disana,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

 

Sumber : Suara.com

Editor    : Spy

News Feed