oleh

5 Moge Klub Harley Pengeroyok TNI di Bukittinggi Diduga Bodong

Bukittinggi, mitrabhayangkara.com – Kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan anggota klub motor besar (moge) Harley-Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter terhadap dua prajurit TNI di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, masih menyisakan cerita. Polisi menemukan adanya lima moge yang tidak memiliki surat-surat resmi, tidak memiiki STNK dan diduga bodong.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengatakan ada lima moge milik Harley-Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung yang terseret kasus pengeroyokan TNI di Bukittinggi dicurigai tanpa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) alias bodong.

“Lima motor tersebut, termasuk 19 moge lainnya milik anggota HOG Siliwangi Bandung, masih ditahan di Polres Bukittinggi,” kata Dody kepada wartawan dalam keterangan pers di Mapolres, Sabtu (7/11/2020).

“Status kendaraan saat ini, dari kuasa hukum menitipkan ke kepolisian. Kecuali ada lima kendaraan yang dicurigai tidak dilengkapi STNK. Jadi akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah dia.

24 moge milik HOG Siliwangi Bandung ini terdiri dari 21 jenis Harley Davidson, 2 Yamaha X Max dan 1 KTM 1200.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu menyebut penyelidikan lima moge yang dicurigai tanpa STNK ini akan dilakukan bekerja sama dengan Dirkrimsus Polda Sumbar. Puluhan moge ini akan dipindahkan ke markas Polda Sumbar untuk diamankan sembari dilakukan penyelidikan.

Bagaimana pengeroyokan itu terjadi?

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Jumat (30/10) sore. Dalam peristiwa ini, polisi telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Ketua HOG SBC berinisial HS alias A (48) serta empat anggota JAD alias D (26), MS (49), B (18), dan TTR alias TTG (33). Mereka ditahan di Mapolres Bukittinggi.

Kasus bermula saat Serda M Yusuf dan Serda Mistari yang sedang bertugas tanpa seragam dinas mendapat perlakuan tak pantas dari rombongan moge yang melintas di Jl Dr Hamka Kota Bukittinggi. Sejumlah moge yang tertinggal rombongan inti itu mengebut dan melakukan tindakan arogan dengan menggeber-geber gas mogenya dalam kondisi mengebut.

Akibatnya, kedua prajurit TNI yang berboncengan itu pun sempat keluar dari jalur. Mereka lalu mengejar dan terjadi cekcok berujung pengeroyokan.

“Pada akhirnya terjadi pengeroyokan (penganiayaan dengan bersama-sama) terhadap kedua prajurit TNI AD tersebut,” jelas Komandan Puspom TNI AD Letjen Dodik Widjanarko dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).

HOG SBC meminta maaf atas kasus ini. HOG SBC menyatakan menghormati proses hukum oleh kepolisian.

“Kami dari HOG SBC, menghormati proses hukum yang berlaku, dan juga seperti rekan-rekan ketahui, bahwa dari HOG SBC sudah ada 2 anggota kami yang ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani penahanan di Polres Bukittinggi,” kata Public Relations HOG SBC Epriyanto saat dihubungi, Minggu (1/11).

 

Sumber : detik.com

Editor    : spy

News Feed