oleh

Banjir Kalbar, Ini 4 Kabar Terkini dari Sintang

Jakarta, mitrabhayangkara.com – Banjir Kalbar menyebabkan ribuan rumah terendam. Sudah hampir 2 pekan banjir melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

“Jadi sudah hampir sepekan ini, banjir belum surut, banyak sekali warga terdampak, dan kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, TNI/Polri, Basarnas, dan relawan, melakukan puskesmas keliling, bahkan hingga kecamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harsyinto Linoh, Rabu (10/11/2021)

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan bahwa perkebunan sawit punya andil terhadap terjadinya banjir di Kalbar. Namun Sutarmidji menilai pihak perusahaan sawit tidak peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir.

Banjir Kalbar: Sintang Masih Berstatus Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Sintang telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Sintang selama 30 hari terhitung mulai tanggal 13 Oktober hingga 16 November 2021 mendatang. Tercatat ada 140 ribu lebih warga yang terkena dampak banjir tersebut.

“Bencana banjir yang hingga kini masih melanda Kabupaten Sintang itu telah berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir tersebut dan 2 warga dilaporkan meninggal dunia,” kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (9/11).

Ketinggian air masih naik sekitar 5-7 cm akibat hujan masih terjadi di wilayah hulu. BPBD Kabupaten Sintang mencatat ada 32 titik pengungsian, tetapi lebih banyak warga yang memilih mengungsi ke tempat saudara masing-masing.

Banjir Kalbar: Bantuan Gratis Pemkab Sintang

Pemkab Sintang mengimbau warganya agar tetap menjaga kesehatan. Pemkab Sintang menyediakan layanan pengobatan gratis untuk warga.

“Kami menggratiskan seluruh warga terdampak apabila ada yang mau berobat. Jadi yang meninggal dunia ada dua orang, itu karena tenggelam dan kena stroke. Jadi saya anjurkan masyarakat Sintang janganlah berlama-lama di air. Untuk kondisi air, selain penyakit, ada juga binatang berbisa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh, Rabu (10/11/2021).

Sementara itu, Polri dan BPBD menyiapkan truk tronton untuk membantu masyarakat menyeberangi genangan air. Jasa truk tronton tersebut digratiskan bagi warga dengan kendaraan mobil atau motor.

Banjir Kalbar: Gubernur Usir 20 Pengusaha Sawit

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengusir 20 pengusaha sawit karena tak mau membantu penanganan banjir. Sutarmidji marah karena pihak perusahaan sawit hanya mengirimkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan terkait sikap perusahaan.

“Kemarin saya undang 20-an perusahaan perkebunan sawit untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir, tapi mereka enak aja jawab. Perusahaan mereka tidak di lokasi banjir, harus minta persetujuan atasan dan lain-lain, kesal saya ya saya usir aja,” tulis Sutarmidji dalam akun Facebooknya, Rabu (10/11/2021).

Sutarmidji menilai pihak perusahaan sawit tidak peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Dia menilai perkebunan sawit punya andil terhadap terjadinya banjir di Kalbar.

“Mereka ini tidak punya hati, sangat kurang peduli dengan masyarakat. Yang menderita mungkin akibat ulah mereka. Kalau mereka tidak peduli dengan masyarakat Kalbar, ya saya juga nggak peduli mereka ada atau tidak di Kalbar,” ujarnya

Banjir Kalbar: Banyak Pihak Mendukung Sutarmidji

Wasekjen Demokrat Irwan mengapresiasi Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji, yang mengusir 20 pihak perusahaan sawit dari kantornya. Menurutnya, pengusaha sawit berkontribusi besar terhadap banjir di Kalbar.

“Pengusaha sawit itu berkontribusi besar terhadap deforestasi dan bencana banjir di Kalbar,” ujar Irwan kepada detikcom, Rabu (10/11/2021).

Selain itu, elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim memuji sikap Sutarmidji. Ia menyebut pengusiran tersebut merupakan sikap tegas Sutarmidji.

Kemudian, Luqman menyarankan agar perusahaan sawit di Kalbar diperiksa. Ia meminta Sutarmidji membentuk tim khusus untuk memantau sejumlah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan sawit.

 

Sumber : detik.com

Editor   : spy

News Feed