oleh

Breaking News !!! Perampok dan Pembunuh Nurhaida Simanjuntak Diringkus di Sumatera Barat

Medan, mitrabhayangkara.com  – Setelah melakukan pengejaran terhadap tersangka perampok dan pembunuh Nurhaida Simanjuntak, petugas Subdit III Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumut akhirnya meringkus pelaku.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, pelaku perampok dan pembunuh Nurhaida Simanjuntak diringkus di kawasan Sumatera Barat.

Hadi bilang, bahwa tersangka perampok dan pembunuh Nurhaida Simanjuntak lebih dari satu orang.

“Para pelaku diamankan di wilayah Sumatera Barat dan Sumut, serta di Tapanuli Bagian Selatan,” kata Hadi, Jumat (5/8/2022).

Hadi mengatakan, saat ini para pelaku masih ditahan di Polda Sumut.

“Nanti akan disampaikan lebih lengkapnya. Sabar,” pungkas Hadi.

Dibuang ke Aek Latong

Nurhaida Simanjuntak, warga Jalan Firman Simamora, Desa Hutagalung Siualuompu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara diduga dirampok dan dibunuh sekelompok pria.

Setelah diduga dirampok dan dibunuh, jasad Nurhaida Simanjuntak atau boru Simanjuntak dibuang ke semak-semak yang ada di Dusun Aek Latong, Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pascaditemukan tewas diduga dirampok dan dibunuh, jenazah Nurhaida Simanjuntak atau boru Simanjuntak kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk dilakukan autopsi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Paulus Robert Gorby Pembina, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Tapanuli Utara, guna mengungkap dugaan pembunuhan dan perampokan ini.

Adapun langkah pertama yang akan diambil polisi, yakni berupaya mengumpulkan rekaman CCTV yang ada di Pasar Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurut Paulus, langkah ini penting dilakukan, mengingat sebelum dinyatakan hilang dan meninggal dunia, Nurhaida Simanjuntak sempat terlihat terakhir kali di Pasar Tarutung.

“Penyidik akan melakukan koordinasi dengan pihak Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara untuk melakukan pengungkapan, seperti pencarian CCTV di daerah Pajak Kota Tarutung, dikarenakan diduga TKP awal berada di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara,” kata Paulus, Senin (25/7/2022).

Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit yang menangani jenazah korban.

Polisi ingin mengetahui lebih lanjut, apa penyebab kematian korban.

Apakah korban ada disakiti atau tidak, itu yang masih didalami petugas.

“Pada saat jenazah korban ditemukan kemarin, kami juga sempat menyebarluaskan informasi di media sosial, agar diketahui keluarga,” kata Paulus.

Alhasil, ternyata usaha polisi membuahkan hasil.

Jenazah korban akhirnya diketahui pihak keluarga.

Terpisah, Ricardo Sihotang, anak dari Nurhaida Simanjuntak mengatakan, bahwa ibunya terakhir kali terlihat pada Sabtu (23/7/2022).

Selepas pulang dari acara adat di kampung halamannya, sang ibu bersama ayahnya pergi ke Pasar Tarutung.

Namun, hingga pukul 18.00 WIB, ibunya tak kunjung keluar dari pasar, sehingga membuat ayahnya bingung.

“Ayah kemudian memberitahukan soal hilangnya ibu, dan keluarga kemudian mencari ibu, tapi tidak ketemu,” kata Ricardo.

Nahas, setelah dinyatakan hilang, Nurhaida Simanjuntak justru ditemukan meninggal dunia di semak-semak Dusun Aek Latong, Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Minggu (24/7/2022) pagi.

Kronologis boru Simanjuntak diduga dirampok dan dibunuh

Menurut informasi yang diperoleh Tribun-medan.com, jasad boru Simanjuntak pertama kali ditemukan warga pada Minggu (24/7/2022) pagi dengan kondisi tergeletak di semak-semak berlumpur.

Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang, dengan pakaian setengah terbuka, dan menggunakan celana hitam.

Mulanya, warga yang ada di Dusun Aek Latong, Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan tidak ada yang mengenali korban.

Korban sempat dinyatakan sebagai Mrs X.

Lalu, setelah kabar penemuan jenazah ini menyebar, pihak keluarga akhirnya mengetahui, bahwa wanita tanpa identitas yang ditemukan tewas adalah boru Simanjuntak.

Kuat dugaan, bahwa boru Simanjuntak ini dirampok dan dibunuh.

Sempat ikut pesta adat

Sebelum dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia, boru Simanjuntak dan suaminya sempat menghadiri acara pesta adat yang ada di kampung halamannya, di Desa Hutagalung Siualuompu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Setelah menghadiri acara pesta adat, korban dan suaminya pulang ke rumah.

Tak lama berada di rumah, korban pun berangkat ke Pasar Tarutung untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Mungkin inang ini buru-buru mau ke pasar, karena kan saat itu lagi pekan,” terang Martua Situmorang (67), teman sekampung korban.

Saat pergi ke Pasar Tarutung, korban memang menggunakan perhiasan, seperti cincin, kalung dan anting.

Ketika pergi ke Pasar Tarutung, korban sendirian.

“Kondisi fisik inang ini memang kurang sehat. Mungkin karena faktor usia juga,” kata Martua.

Singkat cerita, selepas belanja di Pasar Tarutung, korban pun berniat pulang ke rumah sekira pukul 17.30 WIB.

Saat itu, ada yang melihat bahwa boru Simanjuntak ini dihampiri  orang tidak dikenal (OTK).

Korban kemudian digiring masuk ke dalam mobil.

Menurut Martua, kemungkinan besar orang-orang yang ada di pasar mengira bahwa boru Simanjuntak dijemput oleh anaknya.

Sehingga, banyak yang tidak menyangka, jika korban akhirnya akan ditemukan tewas di Dusun Aek Latong.

“Setelah ke pasar itu, inang tidak pulang ke rumahnya,” kata Martua.

Karena korban tak pulang ke rumah, keluarga dan kerabat sempat mencarinya kemana-mana.

Pada Minggu (25/7/2022), tersiar kabar bahwa ada penemuan jenazah wanita di Dusun Aek Latong, Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Kami di sini kan memposting ada kehilangan. Rupanya di sana (Dusun Aek Latong) ada postingan juga, bahwa ada penemuan mayat,” kata Martua.

Atas informasi itu, keluarga dan kerabat kemudian mencocokkan foto yang beredar.

Tak disangka, bahwa jenazah yang ditemukan di semak-semak dalam kondisi meninggal dunia adalah boru Simanjuntak.

Periksa CCTV depan Hotel Perdana

Martua Situmorang, teman sekampung boru Simanjuntak meminta agar aparat kepolisian memeriksa CCTV yang ada di sekitar Pasar Tarutung.

Martua yakin, bahwa pelakunya pasti terekam kamera CCTV.

Ia pun meminta polisi agar memeriksa CCTV yang ada di depan Hotel Perdana Tarutung.

“TKP awal kan di Tarutung, tepatnya di depan Hotel Perdana. Kalau nanti memang ada CCTV, pasti polisi tahu jenis mobil apa yang membawa inang ini,” kata Martua.

Ia berharap, agar pelakunya segera ditangkap dan dihukum setimpal.

 

Sumber : tribunnews.com

Editor    : spy

News Feed