oleh

Brigadir AN Dipecat karena Melanggar Kode Etik, Kapolres OKU: Ambil Hikmahnya

OKU, mitrabhayangkara.com  – Satu anggota Polres OKU Brigadir AN mendapatkan sanksi dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena pelanggaran kode etik.

PTDH merupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan dalam memberikan sanksi atas pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga menegaskan akan menindak tegas anggota yang melanggar kode etik, bahkan sangsi pemberhentian tidak dengan hormat menanti setiap personel yang melakukan pelanggaran.

“Pemberhentian dengan tidak hormat ini setelah melalui berbagai upaya yang dilakukan jika tidak mengubah sikap dan perilaku anggota,” kata AKBP Arif Hidayat Ritonga saat upacara Penyerahan Surat Keputusan (SK) PTDH Brigadir AN, salah seorang anggota Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (21/7/2021).

Pemberhentian Brigadir AN sejalan dengan surat keputusan Polda Sumsel nomor : R/ 2543/ VII/ OTL.1.1.4/ 2021/ RO SDM tanggal 6 Juli 2021 nomor KEP : KEP/ 569/ VII/ 2021 tanggal 6 Juli 2021.

Brigadir AN terbukti melanggar Pasal 13 ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003 Pasal 7 ayat (1) huruf a,b,m dan Pasal 11 huruf a,c atau Pasal 21 ayat (3) huruf d dan atau Pasal 21 ayat (4) Perkap Nomor 14 Tahun 2011.

Pemberhentian oknum anggota Polres OKU ini setelah melalui proses peninjauan beberapa aspek seperti azas kepastian, azas kemanfaatan, serta azas keadilan.

“Semuanya telah memenuhi syarat untuk pemberhentian dengan tidak hormat kepada Brigadir AN,” ujarnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi cermin dan pelajaran bagi anggota lainnya agar lebih meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

“Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya dan ke depan tidak ada lagi anggota Polres OKU yang diberhentikan tidak hormat karena melanggar kode etik kepolisian,” katanya.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

News Feed