oleh

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor Loncat ke Partai Golkar, Ilhamsyah: Sejak 3 November 2022

Humbahas, mitrabhayangkara.com – Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor loncat ke Partai Golkar, setelah dirinya dicopot sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas oleh Megawati Soekarnoputri.

Pindahnya Dosmar Banjarnahor ke Partai Golkar dibenarkan Sekretaris Golkar Sumut, Datuk Ilhmasyah.

Ia mengatakan Dosmar sudah pindah ke Golkar sejak 3 November 2022.

“Iya benar. Sudah pindah sejak 3 November 2022,” kata Datuk Ilhamsyah, Kamis (10/11/2022).

Namun Ilhamsyah tidak memberikan komentar lebih banyak terkait pindahnya Dosmar Banjarnahor ke Partai Golkar tersebut.

Langkah yang diambil Dosmar Banjarnahor ini menuai beragam respon dari kader PDI Perjuangan, yang belakangan menyebut Bupati Humbang Hasundutan ini sebagai pengkhianat.

Menurut Oloan Paniaran Nababan, Ketua DPC PDI Perjuangan pengganti Dosmar Banjarnahor, rekannya itu semestinya bersyukur bebannya sudah diringankan partai.

Bukan malah sebaliknya, hengkang tanpa izin dari PDI Perjuangan.

“Dia sudah hampir tujuh tahun menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas. Seharusnya puji syukur diucapkan nya, karena sudah dua periode diusung oleh PDI Perjuangan, dan sampai mengemis-ngemis ke DPP PDI Perjuangan agar medapatkan rekomendasi untuk mendapatkan B 1 KWK,” ujar Oloan Paniaran Nababan, Kamis (10/11/2022).

Atas tindakan Dosmar Banjarnahor loncat ke Partai Golkar, PDI Perjuangan di Humbahas langsung mengadakan pleno yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Humbahas Jalan Sidikalang Doloksanggul, Desa Sirisirisi, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Doloksanggul.

Dari hasil pleno, PDI Perjuangan sepakat menyebut bahwa Dosmar Banjarnahor adalah pengkhianat.

Dia dianggap melakukan pelecehan terhadap PDI Perjuangan.

Bukan cuma dianggap pengkhianat dan melecehkan partai, PDI Perjuangan menyebut bahwa Dosmar Banjarnahor ini lari tanggungjawab.

Semestinya, dia harus mempertanggungjawabkan keuangan dan aset partai.

Laporan pertanggungjawaban Dosmar Banjarnahor soal aset dan keuangan partai tidak jelas, meski sudah dipanggil tiga kali berturut-turut tapi tidak hadir.

Atas hal ini, DPC PDI Perjuangan Humabahas berkirim surat ke DPP PDI Perjuangan untuk segera mungkin memecat Dosmar Banjarnahor sebagai kader PDI Perjuangan.

“Bahwa secara aturan kelembagaan, pengurus lama wajar dan wajib melaporkan serta menyampaikan pertanggung jawabannya kepada pengurus baru terpilih tentang segala sesuatu kebijakan yang dilakukan selama menjalankan penyelenggaraan kepemimpinan organisasi atau partai. Dan itu tentunya merupakan rangkaian dari serah terima jabatan,” kata Jubir DPC PDI Perjuangan Humbahas, Kepler Torang Sianturi.

Ia mengatakan, ketika tahu Dosmar Banjarnahor loncat ke Partai Golkar, banyak kader yang kaget.

“Padahal sebelumnya kami masih menganggap beliau masih satu keluarga di PDI Perjuangan. Namun mendadak dikabarkan demikian. Sikap itu menurut kami merupakan pengkhianatan besar dan pelecehan terhadap partai PDI Perjuangan,” katanya lagi.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas Bidang Hukum, Ramses Lumban Gaol mengatakan, bahwa Dosmar Banjarnahor adalah manusia yang tidak tahu berterima kasih.

“Yang mana secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas beralih menjadi kader partai lain. Sementara dipahami bahwa pencopotan dirinya dari Ketua DPC PDIP Humbahas ialah bertujuan melepaskan beban tanggung jawab partai untuk lebih fokus mengabdikan diri menjalankan pemerintahan,” sambung Ramses.

Ia mengatakan, bahwa perbuatan Dosmar Banjarnahor itu merupakan tindakan yang tidak tahu diuntung. “Pindah menjadi anggota partai lain ialah perbuatan orang yang tidak tahu diuntung dan pengkhianat. Dia tak tahu, kalau dia bisa menjadi Bupati berkat rekomendasi ibu Ketua Umum serta perjuangan seluruh kader yang bahu membahu dalam meraih kemenangan,” tukasnya.

 

Sumber : tribunnews.com

Editor     : spy

News Feed