oleh

Cemburu Lihat Istri Dibonceng, Pria Ini Siram Teman dengan Air Keras hingga Tewas

Jambi, mitrabhayangkara.com – Satreskrim Polresta Jambi menangkap tersangka penyiraman air keras jenis cuka getah hingga korban tewas.

Motif penyiraman air keras ini berlatar belakang dendam dan cemburu. Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan tersangka Joni Alek Sander (48) ditangkap di Curup, Bengkulu dua hari usai kejadian. Dia menyiram air keras ke tubuh Bambang (41) yang merupakan temannya hingga korban meninggal dunia di rumah sakit.

“Tersangka terancam hukuman mati karena telah merencanakan aksinya terhadap korban,” ujar Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol Handres, Selasa (7/9/2021).

Dia menjelaskan, TKP penyiraman bertempat di salah satu pondok tempat mereka berkumpul di Jalan Orang Kayo Pinggai, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Minggu (5/9/2021).

Saat kejadian, korban Bambang, warga Kumpeh Kabupaten Muarojambi sedang tidur pulas bersama dua temannya di dalam pondok.

Tiba tiba pelaku masuk dan langsung menyiram korban dengan cairan air keras jenis cuka getah. Setelah kejadian tersebut, korban dibawa ke RS Bratanata (DKT) untuk mendapat pertolongan medis. Namun, sesampai di rumah sakit, dia tidak dapat tertolong lagi akibat mengalami luka bakar mencapai 96 persen di sekujur tubuh.

“Tersangka melarikan diri hingga ke Bengkulu usai menyiram korban dengan air keras,” katanya. Saat dilakukan penangkapan, tersangka mencoba melarikan diri dan melawan sehingga anggota beri tindakan tegas terukur dengan menembak kaki sebelah kiri.

Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan hal tersebut karena dendam terhadap korban yang beberapa waktu lalu telah menganiaya. “Karena dendam dan ditambah cemburu, karena mantan istri saya pernah dibonceng korban,” kata Joni.

Pelaku mengaku menyesal melakukan perbuatannya karena tidak tahu kalau akan berakhir seperti ini. Akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 340 jo Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup hingga hukuman mati.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

 

News Feed