oleh

Cerita Prabowo Bawa Uang Satu Kresek saat Berbelanja di Turki

Jakarta, mitrabhayangkara.com  – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto mengatakan, bangsa Indonesia harus lebih banyak bersyukur bahwa kondisi perekonomian dalam negeri jauh lebih baik dibandingkan bangsa lainnya.

Mantan Danjen Kopassus itu kemudian mengungkapkan inflasi di Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan beberapa negara lain yang mengalami hyper inflasi.

Prabowo lalu berkelakar bahwa dirinya saat berbelanja di Turki cukup membawa satu kresek (tidak dalam jumlah besar) karena tingginya inflasi di negara tersebut.

“Turki inflasi itu 80 persen. Saya kalau belanja di sana, murah saya siapkan kresek uang,” ujar Prabowo saat menghadiri PKB Road To Election di Indoor Tenis GBK Senayan Jakarta pada Minggu (30/10/2022).

Menurutnya, negara super power dengan ekonomi terkaya di dunia seperti Amerika Serikat bahkan masih banyak orang miskin dan permasalahan migran.

“Di Amerika Serikat itu antri makanan, di Washington DC itu banyak tenda homeless. Tidur di pinggir jalan pakai tenda. Di ibukota negara terkaya di dunia,” kata Prabowo Subianto.

Kondisi global saat ini kata dia membuat tekanan cukup berat di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Namun kata Prabowo, pemerintah telah mengantisipasi dan melakukan reaksi yang baik dalam menghadapi berbagai kerentanan tersebut.

“Di Inggris dan di Eropa sekarang harga BBM dan listrik naik 200 persen. Kita sempat disebut Indonesia akan colaps karena Covid-19. Tapi sekarang kita terbaik menghadapi Covid-19. Justru mereka yang meledek kita sekarang sedang menghadapi kembali Covid-19,” ungkap Prabowo.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang mahakuasa dan mengapresiasi prestasi pemimpin kita sekarang ini,” tutup Prabowo.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Partai Gerinda dan PKB telah menadatangani piagam deklarasi koalisi di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 13 Agustus 2022 lalu.

 

Sumber : Okezone.com

Editor     : Spy

News Feed