oleh

Gakkum KLHK Tangkap Pemilik Sawmil Ilegal di Kabupaten Kayong Utara

Ketapang, mitrabhayangkara.com – Balai Gakkum KLHK Kalimantan, didukung Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar, berhasil mengamankan seorang pelaku, berinisial ARP (41) dan 1 unit mesin pengolah kayu, di Sawmil PO. INSAN MANDIRI yang terletak di Jalan Siduk – Nanga Tayap, Dusun Pematang Baros RT. 007, Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, pada 19 Oktober 2020.

Penyidik Balai Gakkum KLHK Kalimantan, menjerat tersangka ARP dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun, serta pidana denda paling banyak Rp 2,5 miliar.

Pengungkapan perkara ini, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya dugaan kepemilikan dan pengolahan kayu ilegal, di Jalan Siduk – Nanga Tayap, Kabupaten Kayong Utara, kemudian ditindaklanjuti oleh Balai Gakkum KLHK Kalimantan.

Pada hari Senin, Tanggal 19 Oktober 2020, sekitar pukul 11.45 WIB, tim operasi SPORC Brigade Bekantan Kalimantan Barat, memeriksa sawmill PO. INSAN MANDIRI, milik ARP yang terletak di Jalan Siduk – Nanga Tayap Dusun Pematang Baros RT. 007, Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Berdasarkan pengecekan oleh tim operasi, ARP tidak dapat menunjukan izin primer pengolahan hasil hutan kayu, serta ditemukan kayu olahan, tanpa dokumen dan 1 unit mesin pengolah kayu. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti, diamankan di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Palung untuk proses hukum lebih lanjut.

“Penyidik Balai Gakkum masih terus mendalami aktor intelektual dan mencari pelaku lainnya yang terlibat dalam kepemilikan dan pengolahan kayu ilegal di Kabupaten Ketapang,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono, di Ketapang, Kamis (22/10/2020).

Sustyo Iriyono menambahkan, “Operasi peredaran hasil hutan ilegal ini merupakan komitmen dan konsistensi Kementerian LHK dalam menjaga keutuhan kawasan hutan dan menjaga hak-hak negara atas hasil hutan”.

Keberhasilan penanganan kasus ini berkat kerja sama dan sinergitas yang baik antara Balai Gakkum KLHK Kalimantan, Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, dan Polda Kalimantan Barat.

 

Penulis : AS

Editor   : Spy

News Feed