oleh

Gara-Gara Uang Rp1.000, Pedagang Ikan Ini Bunuh Pemilik Warung  

Buleleng, mitrabhayangkara.com – Pedagang ikan keliling di Kabupaten Buleleng nekat membunuh pemilik warung gara-gara uang Rp1.000.

Pelaku I Gede Budi Adnyana (40), memukulkan senjata tajam blakas ke kepala korban Ni Putu Sekar (50), hingga jatuh pingsan dan tewas.

Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan, dari pemeriksaan tersangka, diketahui kasus ini berawal dari masalah sepele.

Pelaku sakit hati dengan ucapan kasar korban saat membeli minuman kemasan di TKP.

“Menurut tersangka, dia membeli minuman di warung korban, tapi uangnya kurang Rp1.000. Ucapan korban yang spontan ini membuat tersangka sakit hati,” kata Kapolres saat pemaparan di Mapolres Buleleng, Senin (7/6/2021).

Pelaku lalu mengambil blakas dari atas lemari kaca di warung yang berlokasi di Banjar Dinas Dauh Pura, Desa Depeha Kecamatan Kubutambahan. Setelah melihat korban terkapar pingsan, pelaku yang panik sempat mengambil ponsel korban lalu pulang ke rumah.

Mayat Ni Putu Sekar ditemukan pertama kali oleh warga Desak Made Liarmi saat membeli dedak untuk pakan ternak. Tubuh korban ditemukan bersimbah darah dan sudah tak bernyawa.

Pembunuhan ini terjadi pada 13 Juli 2020. Kapolres Buleleng mengatakan, pelaku I Gede Budi Adnyana (40) itu diamankan, Sabtu (5/6/2020). Polisi selama ini kesulitan menangkap pelaku karena kasus itu nyaris tanpa saksi dan petunjuk.

“Sebelas bulan memang bukan waktu yang singkat untuk mengungkap kasus yang nyaris tanpa saksi dan petunjuk ini,” kata Kapolres Buleleng.

Menurut Kapolres, terungkapnya kasus ini justru bermula dari keteledoran tersangka. Dia menggunakan ponsel milik korban yang sempat diambil dari warung.

“Mungkin pelaku beranggapan polisi sudah lupa atau nggak menyelidiki kasus ini lagi. Makanya HP korban yang sempat diambil tersangka, hanya diganti SIM card-nya saja,” kata Kapolres.

Bahkan selama kasus ini dalam penyelidikan polisi, pelaku masih beraktivitas seperti biasa, yakni berjualan ikan keliling. Setelah dipastikan tersangka mengarah pada pelaku, polisi menjemput di rumahnya.  Dari hasil penyelidikan polisi, sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang.

“Selain ponsel, satu buah kalung emas milik korban ikut hilang,” katanya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 365  ayat 1 dan 3 tentang Pencurian dengan Kekerasan juncto primer pasal 338 tentang Pembunuhan subsider 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan Berat hingga Korban Meninggal. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

 

News Feed