oleh

H Sukarmis, Andi Putra dan Indra Agus Lukman Akan Diperiksa Kejari Kuansing Besok, Ini Kata  Aktivis Larshen Yunus

Kuantan Singingi, mitrabhayangkara.com – Informasi terkait akan diperiksanya Haji Sukarmis, selaku mantan Bupati Kuansing 2 periode, sekaligus Anggota DPRD Provinsi Riau, Andi Putra SH MH, mantan Ketua DPRD Kuansing 2 periode dan sekaligus Bupati Kuansing terpilih dan Indra Agus Lukman, selaku mantan Kepala Bappeda Kuansing yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, membuat semua khalayak umum senang bercampur cemas.

Pasalnya, upaya tersebut perlu diapresiasi masyarakat, karena seorang Kajari, termasuk sangat jarang melakukan hal-hal seperti itu.

“Bagi kami, Kajari Kuansing, Hadiman SH MH telah dengan jelas menunjukkan kepada kita, bahwa supremasi hukum wajib ditegakkan, guna hadirnya keadilan di Negeri ini,”tutur Aktivis Larshen Yunus, Ketua PP GAMARI.

Informasinya, yang memeriksa Haji Sukarmis langsung dilakukan Kajari Kuansing, selaku Ketua Tim Penyelidik yang turun gunung demi memberantas korupsi di Kabupaten Kuansing, khususnya untuk kasus Proyek 3 Pilar.

“Iya bang, Siap Bang Yunus. Untuk Kasus 3 Pilar, Saya akan Gass Full bang,” tegas Hadiman SH MH, yang merupakan Kajari terbaik 3 se Indonesia dan terbaik pertama se Provinsi Riau melalui  whatsapp pribadinya.

Bertempat di Lantai 7, Menara Merah Putih Telkomsel Pekanbaru, Rabu (19/5/2021), Aktivis Larshen Yunus dengan lantang mengatakan, bahwa Jaksa Agung pasti sangat beruntung memiliki pasukan seperti Kajari Hadiman.

“Terus terang, kami dari awal hingga kini masih sedikit kurang percaya dengan komitmen Kejari Kuansing, dalam menindaklanjuti skandal kasus dugaan korupsi proyek 3 pilar. Namun ternyata, kekhawatiran kami itu terjawab sudah,”tutur Larshen Yunus, dengan nada optimis.

Kalau terkait proyek 3 Pilar, Aktivis PP GAMARI justru hampir putus asa, namun ternyata masih ada Jaksa seperti Hadiman SH MH yang merubah segalanya.

“Selama ini yang kami tahu, antara Jaksa dengan Pemerintah Daerah sangatlah harmonis, baik dan penuh silaturrahim, sehingga agak sulit dipercaya, sesama di Forkopimda masih sangat menjaga nilai-nilai kearifan lokal,”tuturnya.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa proses pelaksanaan mega proyek 3 Pilar masih terus didalami. Proyek 3 Pilar itu meliputi Pembangunan Kampus Uniks, Pasar Modern dan Hotel.

“Menurut kami, proyek ataupun Kegiatan tersebut sudah sangat lama dijalankan, namun tak kunjung selesai dengan maksimal,”tutur Aktivis Larshen Yunus.

“Sekali lagi kami harapkan, bahwa perkara proyek 3 Pilar dapat segera tuntas, mumpung Pak Hadiman masih menjabat Kajari di Negeri Rantau Kuantan. Gas bang Kajari, masyarakat mendukungmu!,” tegas Yunus, sapaan akrab Ketua PP GAMARI itu.

Untuk diketahui, bahwa proses penganggarannya menggunakan sistem tahun tunggal, yakni APBD Kuansing TA 2014 yang lalu dan ternyata di tahun 2015 proyek tersebut tak kunjung rampung.

Kendati demikian, justru di tahun 2015, proyek tersebut memperoleh suntikan dari APBD Kuansing dengan nilai yang bervariatif. Hingga akhirnya sampai di tahun 2021 ini, proyek tersebut belum juga selesai.

“Sampai +- 7 tahun lamanya, proyek itu belum juga selesai. Jangankan Aparat Penegak Hukum seperti Kejaksaan, anak OSIS di SMA saja, kalau ditanya perihal kasus ini, pasti mereka lantang mengatakan, ini barang sudah dikorup,”tutup Larshen Yunus, mengakhiri pernyataannya.

 

Penulis : Riki

Editor   : Spy

News Feed