oleh

Ini Alasan Bharada E Tak Dikenai Pasal Pembunuhan Berencana

Jakarta, mitrabhayangkara.com – Bharada Richard Eliezer alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J dengan sangkaan Pasal 338 juncto Pasal 54 dan 56 KUHP. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengungkap alasan Bharada E tak dikenai pasal pembunuhan berencana.

“Kenapa tidak dikenakan 340 (pasal pembunuhan berencana), karena ini masih rangkaian proses pendalaman dari temuan-temuan selama pemeriksaan oleh timsus,” ujar Agus di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Saat ini Bareskrim sudah memeriksa 43 saksi. Satu orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Bharada E.

“Jajaran Bareskrim sudah memeriksa 43 saksi, 1 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sangkaan pasal yang diterapkan 338 juncto 55 juncto 56 (KHUP),” imbuh Agus.

Untuk diketahui, kuasa hukum keluarga Brigadir J melaporkan dugaan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/0386/VII/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI, tanggal 18 Juli 2022.

Pasal 338 KUHP berbunyi:

Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Berikut ini adalah bunyi Pasal 55 KUHP:

Pasal 55 Ayat 1: Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;

mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

Pasal 55 Ayat 2: Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Adapun bunyi Pasal 56 KUHP adalah sebagai berikut:

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

  1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
  2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

 

Sumber : detik.com

Editor    : spy

News Feed