oleh

Istri Dibunuh Suami Siri, Keluarga Korban Berharap Pelaku Dihukum Mati

Medan, mitrabhayangkara.com – Kasus pembunuhan seorang isteri bernama Fitri Yanti (45) oleh suami sirinya, FP alias Feri, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, khususnya bagi ketiga putra- putri almarhumah. Keluarga besar korban Fitri Yanti berharap agar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan, menjerat Feri dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Selain kasus pembunuhan terhadap Fitri Yanti tergolong cukup sadis, yakni digorok lehernya dengan senjata tajam, kasus pembunuhan terhadap korban sudah direncanakan tersangka cukup matang.

“Kami berharap pelaku diganjar hukuman mati atau minimal seumur hidup,” kata kakak kandung korban, Yeni didampingi putra-putri korban, Rani dan Parhan Aulia Natogu, di Jalan Bromo, Gang Bahagia No.17, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), Selasa (6/10/2020).

Yenny mengakui, keluarganya sangat terkejut mengetahui bahwa pelaku pembunuhan terhadap adik kandungnya itu Feri Pasaribu, yang merupakan suami siri adiknya.

“Suami seharusnya menjadi pelindung, kok malah menjadi pembunuh sadis isteri sendiri,” kata Yeny sambil sesekali mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Eva, kakak tertua korban didampingi adik almarhumah, Andi dan Diko, saat ditemui di kediamannya, Pantai Labu, Deliserdang, Sumut.

Eva mengatakan, vonis hukuman mati sangat pantas dijeratkan kepada tersangka Feri karena dengan sadis membunuh isteri sirinya. Keluarga besar Fitri Yanti berharap perhatian dari Satreskrim Polrestabes Medan agar menjerat tersangka Ferry dengan hukuman mati. Apalagi, kata Eva, ketiga anak korban, Rani Handayani, Parhan Aulia Natogu dan Dinda anak bungsu korban, saat ini masih butuh kasih sayang ibunya.

“Ingat, Allah tidak pernah tidur. Sekecil apa pun yang kau sembunyikan, pasti akan terungkap. Ingat, kami pihak keluarga mengikuti kasus ini sampai ke Pengadilan. Fery harus merasakan siksaan seperti yang dia lakukan terhadap adik kami,” katanya.

Menurut Eva, pengakuan yang disampaikan tersangka FP kepada penyidik bahwa, dirinya nekat membunuh isteri sirinya karena didesak ingin dibelikan rumah, itu semuanya bohong. “Pengakuan pelaku kepada penyidik semuanya bohong,” ujar Eva.

Sebelumnya, Polisi menangkap FP, suami yang tega membunuh istri sirinya ditangkap dalam pelariannya di Riau. Berdasarkan keterangan pelaku kepada polisi, pembunuhan itu dilakukan karena sakit hati. Pelaku tak tahan dengan permintaan korban yakni F, yang menuntut dibelikan rumah.

Kepada polisi, pelaku juga mengaku telah merencanakan aksi pembunuhan itu sepekan sebelum kejadian. Pelaku saat itu mengajak korban makan bersama. Namun, saat dalam perjalanan, korban melihat sesuatu yang disembunyikan pelaku di pinggang belakang. Benda itu sebilah pisau.

Kemudian korban mengatakan kepada tersangka, “Bunuh saja diriku, biar gak minta nafkah lagi sama kamu” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, saat jumpa pers di Polrestabes Medan.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

News Feed