oleh

Jokowi Didorong Ganti Menteri Berahi Nyapres

Jakarta, mitrabhayangkara.com  – Kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) drop pada survei Indikator Politik Indonesia, meski ada juga survei sebaliknya. Persoalan ekonomi hingga melambungnya harga bahan-bahan pokok dinilai jadi penyebabnya. Lantas, apa solusi terbaik mengatasi hal itu?

Direktur Parameter Politik Indonesia membeberkan ada solusi jitu untuk menyelesaikan turunnya kepuasan atas kinerja Jokowi. Namun, dia membeberkan terlebih dulu alasan di balik turunnya kepuasan publik atas kinerja Jokowi.

“Saya kira parameternya cukup jelas kenapa tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi menurun. Pertama, pasti terkait dengan kondisi ekonomi dan harga-harga pokok yang melambung tinggi,” kata Adi Prayitno saat dihubungi, Kamis (19/5/2022).

Dia mengungkap sejumlah fenomena yang terjadi beberapa bulan belakangan, seperti harga minyak goreng melambung tinggi, daya beli masyarakat rendah, pengangguran meningkat, hingga kemiskinan di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya, rakyat akan bereaksi sederhana menilai kinerja Jokowi dari fenomena tersebut.

“Jadi, pikiran rakyat itu sederhana. Apa yang dirasakan langsung dalam keseharian hidup mereka akan jadi variabel terhadap kinerja pemerintah. Termasuk lapangan kerja makin susah, pengangguran dan kemiskinan belum ada solusinya setelah COVID melandai. Jadi, parameter penilaian utamanya adalah kinerja di bidang ekonomi yang buruk,” ucapnya.

Lantas, apa solusi yang bisa diambil Jokowi? Adi mengatakan salah satu solusi terbaik adalah mengganti menteri-menterinya yang tidak bisa bekerja. Terutama, para menteri yang sibuk mengurus capres.

“Anehnya lagi, di tengah kinerja presiden yang disorot sejumlah menteri malah terlihat sibuk kampanye memoles citra demi kepentingan maju Pilpres 2024. Bukannya total membantu presiden mencari solusi, menteri yang punya birahi nyapres itu terkesan bekerja hanya untuk kepentingan dirinya. Ada juga menteri Jokowi yang potensial nyapres tapi tak kelihatan sibuk kampanye,” ujar dia.

“Ini momen yang pas bagi Jokowi untuk mengganti menteri sibuk nyapres yang kerjanya di bawah standar. Jangan ada ampun bagi mereka karena jelas merusak citra presiden,” imbuhnya.

Dia menilai ini momen tepat yang harus diambil Jokowi. Menurutnya, memang ada beberapa menteri yang sampai saat ini hanya jadi benalu citra presiden.

“Kapan lagi reshuffle kalau bukan sekarang. Jangan nunggu ‘lebaran kuda’ untuk rombak kabinet. Sudah jelas sejumlah menteri hanya jadi benalu citra presiden,” tutur dia.

Kepuasan atas Kinerja Jokowi Turun

Untuk diketahui, sejumlah lembaga survei memang menampilkan hasil survei yang menunjukkan kepuasan atas kinerja Jokowi menurun. Salah satunya Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang merilis hasil survei kepuasan digital natives atau milenial atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil survei itu menunjukkan kepuasan masyarakat, khususnya milenial, atas kinerja Jokowi menurun.

Survei LSJ ini dilakukan pada 15-28 April 2022 dengan melibatkan 1.225 sampel di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Sampel survei yang diambil yakni masyarakat berusia 15 hingga 34 tahun yang melek internet (digital natives) atau dikategorikan sebagai milenial.

Margin of error survei ini dilaporkan +/- 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner.

LSJ menanyakan pendapat kaum milenial terkait kinerja Jokowi dan Ma’ruf Amin. Berdasarkan jawaban para responden, mayoritas generasi digital atau 63,2% responden puas atas pemerintahan Jokowi.

Berikut hasil survei kepuasan publik atas kinerja Jokowi:

Puas 63,2%

Tidak puas 30,5%

TT/TJ 6,3%

Meskipun cukup tinggi, jika dibandingkan dengan survei LSJ sebelumnya pada Februari 2022, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi mengalami penurunan. Saat itu, terekam kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi masih sebesar 67,4%.

Kemudian Indikator Politik Indonesia juga merekam kepuasan kinerja Jokowi turun menjadi 59,9 persen pada 19 April 2022. Angka kepuasan itu turun yang awalnya terekam 75,3 persen pada survei yang sama pada Januari 2022.

Dalam rilisnya, Selasa (26/4), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan metode survei dengan populasi memiliki hak pilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.

Dari jumlah sampel 1.220 orang, margin of error atau toleransi kesalahan sebesar +- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dengan teknik wawancara tatap muka langsung pada 14-19 April.

Berikut hasil survei kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi versi Indikator Politik Indonesia:

Sangat puas: 10,2%

Cukup puas: 49,7%

Kurang puas: 30,5%

Tidak puas: 8,1%

Tidak tahu/tidak jawab: 1,5%

 

Sumber : detik.com

Editor    : spy

News Feed