oleh

Komandan Kapal Perang Amerika Dipecat karena Ogah Divaksin

Washington, mitrabhayangkara.com – Seorang komandan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah dipecat dari pekerjaannya sebagai pejabat eksekutif sebuah kapal perang. Pemecatan terjadi karena dia menolak untuk mendapatkan vaksin COVID-19 seperti yang dipersyaratkan oleh militer AS. Komandan tersebut juga menolak untuk menjalani uji vaksin.

Seperti dilaporkan AP, Jumat (10/12/2021), Commander Lucian Kins dibebaskan dari tugasnya sebagai komandan kedua USS Winston Churchill, sebuah kapal perusak, oleh Kapten Angkatan Laut Ken Anderson, komandan Skuadron Permukaan Angkatan Laut 14. Para pejabat mengatakan bahwa Kins adalah perwira Angkatan Laut pertama yang dipecat sebagai akibat dari penolakan vaksin.

Juru bicara Angkatan Laut Lt. Cmdr. Jason Fisher menolak memberikan alasan yang tepat mengapa Kins dicopot dari komando, dengan alasan masalah privasi. Fisher, juru bicara Naval Surface Force Atlantic, mengatakan, alasan pemecatan itu adalah karena Anderson kehilangan kepercayaan pada kemampuan Kins untuk melakukan tugasnya setelah dia gagal mematuhi perintah yang sah.

Pejabat lain mengatakan, pemecatan terjadi karena Kins menolak perintah untuk mendapatkan vaksin, dan menolak pengujian untuk memastikan dia tidak mengidap virus Corona.

Para pejabat berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah personel. Seorang pejabat mengatakan Kins telah meminta pengecualian agama, yang ditolak. Kins mengajukan banding atas penolakan itu.

Pentagon telah menetapkan aturan vaksin bersifat wajib untuk semua anggota layanan, dan personel Angkatan Laut memiliki waktu hingga akhir November untuk mendapatkan suntikan atau meminta pengecualian. Ribuan anggota dinas telah meminta pengecualian agama, tetapi sejauh ini tidak ada dinas militer yang menyetujuinya.

Fisher mengatakan Kins telah ditugaskan kembali ke staf Skuadron Permukaan Angkatan Laut 14. Letnan Cmdr. Han Yi, petugas rencana dan taktik kapal, untuk sementara menjabat sebagai pejabat eksekutif Churchill sampai pengganti permanen diidentifikasi.

 

Sumber : Sindonews.com

Editor    : Spy

News Feed