oleh

Korupsi Dana Desa Hampir Rp 412 Juta, Mantan Kades Lae Sering Dairi Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Medan, mitrabhayangkara.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Lae Sering, Kabupaten Dairi Jamayor Silaban dituntut dengan hukuman 6,5 tahun penjara atas kasus korupsi Dana Desa nyaris setengah miliar rupiah.

Selain hukuman penjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut terdakwa untuk membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tak hanya itu, terdakwa pun dituntut agar membayar uang pengganti (UP) kerugian keuangan negara sebesar Rp 412 juta lebih.

“Dengan ketentuan, sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terpidana disita kemudian dilelang. Bila juga tidak mencukupi menutupi UP tersebut maka diganti dengan pidana 3,5 tahun penjara,” kata Chandra, Kamis (4/8/2022).

Adapun hal yang memberatkan, yakni terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, menikmati dan belum mengembalikan kerugian keuangan negara.

“Sedangkan keadaan meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum,” kata jaksa.

JPU dalam surat tuntutannya menyebutkan, dari fakta-fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU Nomor 20 Tahun 2001, perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dakwaan primair.

“Yakni secara tanpa hak dan melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi mengakibatkan kerugian keuangan negara,” pungkas

Selanjutnya, sidang kasus ini akan dilanjutkan dalam persidangan pekan depan, dengan agenda mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasihat hukumnya (PH)

Sebelumnya, JPU dalam dakwaannya menuturkan, bahwa terdakwa Jamayor saat menjabat Kepala Desa Lae Sering Tahun 2012 hingga Tahun 2018 diduga korupsi DD sebesar Rp 412 juta lebih.

“Bahwa berdasarkan Peraturan Bupati Dairi Nomor 5 Tahun 2017 tanggal 01 Maret 2017 Tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Besaran Dana Desa Setiap Desa Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2017 Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kab. Dairi memperoleh pagu Dana Desa sebesar Rp 775.974.000,” kata JPU.

Dikatakan JPU, berdasarkan Peraturan Bupati Dairi Nomor 6 Tahun 2017 tanggal 01 Maret 2017 Tentang Tata Cara Pengalokasian Dan Pembagian Serta Penetapan Besaran Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2017 Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi memperoleh pagu Alokasi Dana Desa sebesar Rp 327.535.000,00.

Bahwa pada Tahun 2017 Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sebesar Rp 1.110.193.000 sesuai dengan Peraturan Kepala Desa Lae Sering Nomor I Tahun 2017 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Lae Sering Tahun Anggaran 2017 disebutkan Pendapatan Desa sebesar Rp 1.109.246.000.

“Belanja Desa sebesar Rp 1.110.193.300 dan Pembiayaan Desa sebesar Rp 947.300.000,” ucap jaksa.

Namun belakangan diduga terdakwa mengelola dan menguasai sendiri dana tersebut tanpa melibatkan perangkat desa lainnya sebagaimana mestinya.

Tidak hanya itu, terdakwa juga diduga membuat laporan fiktif dana desa hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

 

Sumber : tribunnews.com

Editor    : spy

 

News Feed