oleh

Manny Pacquiao Pensiun: Karier Tinju Saya Sudah Berakhir!

Jakarta, mitrabhayangkara.com – Manny Pacquiao pensiun dari tinju pada usia 42 saat sang legenda ingin maju mencalonkan diri menjadi presiden Filipina tahun depan. Perjalanan Pacquiao yang sudah menjadi senator di negaranya membuat banyak orang percaya bahwa karier Hall-of-Fame-nya akan segera berakhir.

Dan Manny Pacquiao mengkonfirmasi bahwa dia memang memilih untuk menggantung sarung tinjunya untuk maju dalam pemilihan presiden Filipina tahun 2022. Pacquiao sebelumnya sudah mengisyaratkan pensiun setelah kekalahan dari Yordenis Ugas dalam perebutan sabuk juara Kelas Welter WBA pada Agustus lalu.

Ketika ditanya tentang hari-harinya bertarung, dia memberi tahu Toni Talks: ”Karier tinju saya? Karier tinju saya sudah berakhir.”

”Itu dilakukan karena saya sudah lama bertinju dan keluarga saya mengatakan itu sudah cukup. Saya hanya melanjutkan [ke tinju] karena saya bersemangat tentang olahraga ini. Saya hanya akan mendukung petinju lain agar kami memiliki juara lagi.”

Petinju legendaris Filipina itu menderita kekalahan angka mutlak dari Yordenis Ugas, peraih medali perak Olimpiade dan mengisyaratkan bahwa hari-hari pertarungannya akan segera berakhir. Dalam konferensi pers pasca-pertarungan, Pacquiao yang patah hati mengatakan: “Di masa depan, Anda mungkin tidak melihat Manny Pacquiao bertarung lagi di atas ring.”

“Saya tidak tahu. Tapi untuk berapa dekade, saya sangat senang dengan apa yang telah saya lakukan di tinju. Saya juga menyumbangkan rekor dalam tinju dan menjadikan tinju sebagai yang teratas. Dan terutama membawa kehormatan bagi negara saya dan rakyat Filipina.

”Saya sangat bangga menjadi orang Filipina dan berterima kasih kepada semua penggemar di seluruh dunia.”

Sang senator bahkan memberikan petunjuk bahwa dia bisa mencalonkan diri ketika dia masih mampu. Namun, usianya yang 42 tahunmembuatnya tahu batas kemampuannya. ”Saya tidak tahu apakah saya akan bertarung lagi. Biarkan saya santai dan memikirkannya. Saya ingin membantu orang-orang saya,”ujarnya.

Hari-hari Pacquiao berjuang di atas ring mungkin sudah berakhir, tetapi perjuangan untuk membawa perubahan di Filipina yang dipimpin Rodrigo Duterte baru saja dimulai. “Saya seorang petarung, dan saya akan selalu menjadi petarung di dalam dan di luar ring,” tutur Pacquiao.Pacquiao favorit penggemar pensiun sebagai salah satu petarung terhebat di generasinya. Pacman yang bersuara lembut ini memenangkan 62 dari 72 pertarungan dalam karir profesionalnya, yang ia mulai pada usia 16 tahun. Tapi dia gagal dalam pertarungan terbesar dalam kariernya melawan Floyd Mayweather pada Mei 2015 saat menderita kekalahan angka mutlak. Puncak karier Pacman tidak diragukan lagi adalah membungkam Oscar De La Hoya pada Desember 2008, yang melambungkannya menjadi superstar global.

 

Sumber : Sindonews.com

Editor    : Spy

News Feed