oleh

Melawan saat Ditangkap, Pelaku Curanmor di Tanggamus Ditembak 

Tanggamus, mitrabhayangkara.com – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus mengungkap kasus pencurian motor (curanmor) sekaligus penadahan. Pelaku bernama Husni (39) dan Masno alias Nano (23) dan Asro (44).

Tersangka curanmor bernama Husni  (39) merupakan warga Pekon Kagungan, Kecamatan Kota Agung Timur. Sementara pendahan barang curian yakni Asro (44) dan Nano (23) warga Pekon Sukabanjar, Kota Agung Timur.

Polisi pun mengamankan lima sepeda motor berbagai jenis. Dari tersangka Nano turut diamankan senjata api rakitan (senpi) jenis revolver berikut 16 butir peluru hampa aktif  serta senjata tajam jenis pisau.

“Saat dilakukan penggeledehan ada satu senpi rakitan yang dikuasai. Yang bersangkutan melakukan perlawanan saat ditangkap sehingga kami lumpuhkan,” ucap Kasatreskrim Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora, Jumat (18/6/2021).

Dalam pengembangan kasus terhadap Husni dan Nano ditembak kakinya karena melakukan perlawanan serta membahayakan petugas yang membawanya. Ketiga tersangka tersebut ditangkap dini hari saat berada di rumahnya masing-masing di Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Penangkapan ketiga bermula dari penyelidikan laporan polisi korbannya Siti Nur Asiah (53) warga Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan keterangan  Husni bahwa dia mencuri bersama rekannya DPO Yobi. Setiap hasil curanmor dijualnya kepada Asro. Kemudian tim Tekab 308 bergerak melakukan penangkapan terhadap Asro dengan barang bukti 4 motor berbagai jenis.

Tersangka Asro mengakui bahwa satu sepeda motor dijual kepada Nano sehingga dalam penangkapan masno ditemukan senpi dan sajam yang disembunyikan di jok motor Honda Supra X125 BE 4272 VO.

Berdasarkan keterangan, Husni telah melakukan delapan kali pencurian sepeda motor di wilayah Pugung, Talang Padang. Adapun delapan motor tersebut dijual kepada Asro dengan harga bervariasi dari Rp1 juta hingga Rp3,5 juta.

Berdasarkan keterangan Asro bahwa motor hasil penadahan dijual kembali kepada orang lain dengan keuntungan Rp200.000-Rp500.000.

Tersangka Husni mengatakan bahwa dia telah mencuri motor bersama rekannya bernama DPO Yobi sebanyak delapan.

Menurut tersangka Husni karena untuk menutupi kebutuhan hidup dan membayar hutang pascabisnisnya jual beli cengkih mengalami kerugian.

Asro selaku penadah mengakui membeli sepeda motor dan mengetahui bahwa motor merupakan hasil curian husni karena merasa akan mendapatkan keuntungan.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa saja korbannya,” ucapnya lagi.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

 

News Feed