oleh

Memimpin Seharusnya menderita

Arif Syahan ( Mahasiswa )

Jakarta, Mitrabhayangkara com — Menjadi pemimpin dan memimpin bukanlah pekerjaan yang mudah. Pemimpin sebagai garda terdepan juga harus belajar karena pemimpin tidak hanya mengendalikan satu atau dua orang, tapi beribu bahkan berjuta jenis manusia yang berbeda pola pikirnya.

Pemimpin seharus nya memiliki rasa sensitifitas (menerima rangsangan / rasa peka) yang cukup tinggi karena sebagai pemimpin harus tau betul apa yang menjadi keresahan rakyat yang dipimpinnya oleh sebab itu sebagai pemimpin harus bijak dan cerdas mengambil keputusan yang pro kepada rakyat nya, tidak hanya kepentingan pribadi maupun oknum.

Mereka di Anugerahi oleh Tuhan masing-masing akal yang beragam. Karenanya, penting untuk kita belajar kepemimpinan, dimana kita belajar sejak dini dengan memimpin diri sendiri, mampu kah kita?

Bangsa kita membutuhkan pemimpin yang bisa memberikan nilai, baik bagi dirinya maupun rakyatnya. Nilai yang membersamai dalam hal pembelajaran tentang tata kelola pemerintahan yang bersih, anti diskriminasi dan ketidakadilan.

Pemimpin seharusnya memberikan nilai ini disetiap gerak hidupnya, mereka terjun dalam dunia yang membawahi ribuan rakyatnya. Bukan hanya jabatan yang mereka berikan tapi harapan dan juga impian mereka hadirkan dalam setiap saat ketika bertemu sang pemimpin.

Krisis kepercayaan terhadap pemimpin bisa saja terjadi berkelanjutan apabila mereka yang menduduki jabatan tidak merubah krisis ini dengan harapan. Memberikan solusi atas mewabahnya gaya hidup pejabat yang serba mewah, memberikan teladan sederhana atas segala kondisi hidup kepada masyarakat.

Pemimpin harus siap menerima masukan atau bahkan kritik dari rakyat yang dipimpinnya.

Seperti ungkapan KH Agus Salim bahwa “Memimpin itu Menderita” (Leiden Is Lijden).

Oleh : Pemimpin Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed