oleh

Nelayan Tanjung Tiram Keluhkan Langkanya Minyak Solar untuk Melaut

Batubara, mitrabhayangkara.com – Masyarakat Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, keluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak solar untuk melaut, Selasa (14/9/2021).

Langkanya minyak jenis solar diduga adanya kongkalikong antara pengusaha dan agen – agen yang tidak memiliki izin resmi, sehingga nelayan sulit mendapatkan minyak langsung ke SPDN, SPBB, maupun SPBU.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Ranting HNSI Tanjung Tiram, Hasanuddin AM, Selasa (14/9/2021), meminta Dirut Pertamina untuk menertibkan para pengusaha minyak di Kabupaten Batubara.

Foto Nelayan Tanjung Tiram.

Tak hanya itu, Hasanuddin juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak tegas para pengusaha penyalur bahan bakar minyak jenis solar, yang menyalahgunakan peruntukannya.

Saat ini harga minyak solar di Batubara memiliki harga yang fantastik dan variasi. Di Pertamina  Rp500150, namu nelayan sangat sulit mendapatkannya dari SPDN, SPBB, maupun SPBU.

Sedangkan harga minyak per jerigennya dengan isi 33 liter Rp. 210.000 , terhitung total harga per liternya menjadi  Rp.6363.6364.

Menurut Ketua Lembaga LP2 Migas Kabupaten Batubara, Samsul Pane, memang selama ini telah terjadi fenomena kalau para pengusaha lebih mengutamakan para agen dari pada nelayan.

 

Penulis : BN

Editor   : Spy

News Feed