oleh

Oknum Pegawai Rutan Natal Penganiaya Santri Ditetapkan Tersangka

Madina, mitrabhayangkara.com – Oknum pegawai rumah tahanan (rutan) Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Madina. DG diduga menganiaya seorang santri Pondok Pesantren Musthafawiyah.

“Ya, sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Azwar Anas, Jumat ( 24/9/2021).

Azwar mengatakan saat ini DG sudah dipindahkan dari Polsek Natal ke Polres Madina untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Ditahan di Polres Madina,” ucapnya.

Diketahui,  DG ditangkap setelah setelah dilaporkan oleh pihak keluarga SR ke Mapolsek Natal. Ia dilaporkan karena melakukan penganiayaan dan pengancaman terhadap SR.

Aksi penganiayaan viral di kalangan warganet setelah foto dan kisah korban penganiayaan itu diunggah ke media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan dan pengancaman yang diduga dilakukan Gultom terhadap korban terjadi pada Senin 20 September 2021 siang di Jalan Lintas Natal Muara Batang Gadis, Desa Panggautan.

Saat itu, korban yang sedang libur sekolah membawa becak bermotor ke bengkel. Saat berada di tikungan Panggautan, becak yang dikendarai korban tanpa sengaja menyenggol mobil milik Gultom hingga penyok.

SR pun jatuh dan tersungkur ke jalan. Melihat peristiwa itu, masyarakat yang berada di lokasi menolong SR dan membawanya ke rumah rumah sakit menggunakan becak. Tetapi, tiba-tiba diperjalanan, DG menghentikan becak yang membawa korban. Korban pun dipaksa oleh DG untuk naik ke mobil.

Kemudian, DG membawa korban ke dekat sungai. Di lokasi tersebut, SR dipukuli dan DG juga menginjak bagian perut korban.

Dia juga mengancam akan membunuh SR dan menceburkan korban ke sungai. DG kemudian kabur saat beberapa masyarakat datang ke lokasi. Akibat perbuatan DG, SR mengalami luka lebam di bagian wajah.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : Spy

 

 

News Feed