oleh

Otto Hasibuan Mengaku Diminta Jadi Pengacara Djoko Tjandra

Jakarta, mitrabhayangkara.com – Otto Hasibuan menyambangi Bareskrim Polri hari ini. Otto mengaku diminta oleh keluarga terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra untuk menjadi pengacara.

“Memang saya diminta oleh keluarga untuk membantu Djoko Tjandra. Tapi saya sendiri kan tentu belum bisa memutuskan, kecuali saya bertemu dengan Djoko Tjandra,” kata Otto di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2020).

Otto mengatakan sampai saat ini belum bisa bertemu dengan Djoko Tjandra. Dia mengatakan juga sempat mendatangi tempat Djoko Tjandra ditahan, tapi saat ini yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan.

“Jadi ini kan hari libur, saya nggak bertemu (Djoko Tjandra) tadi karena tidak ada petugas yang saya jumpai. Jadi mungkin saya ambil waktu hari lain mungkin, ya. Kebetulan juga tadi kita coba langsung ke tahanannya, ternyata dia lagi diperiksa. Jadi nggak sempat ketemu. Jadi mungkin hari Seninlah kita coba,” ujarnya.

Otto menyampaikan pihak keluarga sudah memberikan surat kuasa terkait permintaan bantuan hukum untuk Djoko Tjandra. Namun saat ini Otto belum menentukan sikap karena harus menanyakan beberapa hal langsung kepada yang bersangkutan, yakni Djoko Tjandra. Termasuk terkait apakah Djoko Tjandra masih terikat dengan pengacara lain atau tidak.

“Ya keluarganya itu saudara-saudaranya, menantunya. Saya sudah diberi surat kuasa dari keluarganya untuk bertemu dengan Djoko. Tentunya saya kan harus menentukan sikap. Pertama, saya harus menanyakan dulu kepada beliau apakah masih ada pengacara lain yang terikat dengan beliau atau tidak, itu kode etik kita,” tukasnya.

“Nah, keluarganya mengatakan sih tidak. Karena ada rekan saya, Anita (Anita Kolopaking), dulu biasanya, tapi katanya untuk yang lain. Sedangkan ini kasus yang baru. Tapi itu pun saya harus menghubungi Anita nanti karena, bagaimanapun, sebagai lawyer, saya harus mengklarifikasi itu,” sambung Otto.

Otto menuturkan tidak dapat menangani suatu perkara apabila calon kliennya masih terkait dengan pengacara lain. Untuk itu, Otto harus memastikan Djoko Tjandra sudah menyelesaikan kewajiban hukum dan kontrak dengan pengacara sebelumnya.

“Saya tidak boleh menangani suatu perkara kalau dia masih terikat dengan pengacara yang lain, dan kalau juga dia ingin memutus hubungan dengan pengacara lain, saya harus menganjurkan kepada Pak Djoko untuk menyelesaikan kewajiban hukumnya dia, kewajiban kontrak dia dengan yang lain. Jangan sampai rekan saya dirugikan. Kalau saya bertemu dengan Pak Djoko, tentu saya mempelajari. Saya mau tanya hal mana saja yang mau dimintakan bantuan kepada saya. Walaupun saya sudah bisa membayangkan kasusnya kayak apa, mungkin belum tepat kalau saya berbicara atas nama Pak Djoko,” tuturnya.

Diketahui, Djoko Tjandra dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo kini ditahan di rumah tahanan (rutan) yang sama, yakni Rutan Bareskrim Polri. Namun keduanya ditahan di sel berbeda. Djoko menghuni sel nomor 1, sementara Brigjen Prasetijo di sel nomor 26.

Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra merupakan buron Kejaksaan Agung (Kejagung) selama 11 tahun. Sedangkan Brigjen Prasetijo Utomo, terbukti dalam penyelidikan, turut andil memuluskan jalan Djoko Tjandra bepergian dengan menerbitkan surat jalan dengan rute Jakarta-Pontianak, bahkan jenderal bintang satu ini menemani Djoko Tjandra melakukan perjalanan.

 

Sumber : detik.com

Editor    : spy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed