oleh

Pembunuh Sadis Pasutri di Sumsel Ngaku Niat Bakar Rumah-Mayat Korban

Penukal, mitrabhayangkara.com – Diding Aprianto (27), pembunuh sadis pasutri lansia Marsidi (80) dan Sumini (65) yang tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, jadi tersangka.

Pembataian sadis itu nekat dia lakukan karena sakit hati di hina korban ketika dia kepergok mencuri buah rambutan. Bahkan, Diding juga sempat berniat akan membakar rumah dan mayat korban.

“Dari pengakuan tersangka, pembunuhan sadis itu murni karena dendam. Dia sakit hati di hina korban karena kepergok mencuri rambutan di halaman rumah korban,” ungkap Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triyadi ketika dimintai konfirmasi, Kamis (6/1/2022).

Pembunuhan sadis itu sengaja direncanakan Diding. Peristiwa itu dilakukan Diding saat kedua korban tengah tertidur lelap Sabtu (1/1), sekitar Pukul 20.00 WIB. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kapak yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban serta tabung gas dan televisi milik korban terbungkus kain.

Tersangka, menurutnya, usai membantai kedua korban, sempat berniat membakar rumah dan jasad korban.

“Memang sudah di rencanakan. Peristiwa pembunuhan itu dilakukan Saat korban tertidur lelap. Sejumlah barang bukti kita amankan, ada kapak yang digunakan membunuh korban dan lainnya. Berdasarkan keterangannya, tersangka juga berniat untuk membakar rumah dan mayat korban, tapi tidak jadi karena di TKP tersangka tidak menemukan korek api (pemantik),” jelasnya.

Sebelumnya, pasutri lansia, Marsidi (80) dan Sumini (65) yang tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel ternyata dibunuh. Pelakunya tetangganya sendiri, Diding Aprianto (27), sudah ditangkap polisi saat hendak kabur ke Sekayu, Muba, kemarin malam.

Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi mengatakan, pelaku Diding Aprianto (27) ditangkap pihaknya di kawasan Desa Madu Kincing, Penukal Utara saat hendak kabur menuju Sekayu, Musi Banyuasin, kemarin malam. Dia terpaksa ditembak di bagian kaki karena mencoba kabur dan melawan saat akan ditangkap.

“Atas perbuatannya tersangka kini ditahan dan kita kenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati,” jelas Agus.

Warga Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, sebelumnya digegerkan penemuan mayat pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) bernama Marsidi (80) dan Sumini (65), dengan kondisi bersimbah darah. Keduanya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

Peristiwa nahas itu, kata dia, diduga terjadi Minggu (2/1) dini hari di kediaman korban, di Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, PALI. Kedua korban ditemukan pagi harinya dengan kondisi sudah terbujur kaku.

Warga sekitar menyebut pasutri itu ditemukan oleh anaknya bernama Alamsyah, tadi pagi. Korban yang diketahui tinggal bertiga bersama cucunya ditemukan dalam kondisi tewas dengan sekujur tubuh bersimbah darah penuh bekas bacokan senjata tajam.

 

Sumber : detik.com

Editor    : spy

News Feed