oleh

Polda Sumut Limpahkan Kasus Jual Beli Vaksin ke Kejaksaan

Medan, mitrabhayangkara.com – Penyidik dari Polda Sumatera Utara (Sumut) melimpahkan berkas perkara dan tiga tersangka kasus korupsi jual beli vaksin Covid-19 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Dua dari ketiga tersangka merupakan pegawai pemerintah.  Praktik ilegal vaksinasi Covid-19 ini dibongkar personel Polda Sumut pada akhir Mei 2021 lalu. Adapun ketiga tersangka yakni, dr. Indra Wirawan, Dr. Kristinus Saragih, dan Selviwaty alias Selvi.

Kasi Intelijen Kejari Medan Bondan Subrata menjelaskan bahwa dalam kasus itu tersangka Selviwaty alias Selvi menghubungi dr. Kristinus Saragih yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk kesediannya memberikan Vaksin Covid-19 kepada teman-temannya.

Atas permintaan dari Selviwaty, kemudian dr. Kristinus Saragih bersedia dengan dengan biaya sebesar Rp250.000 per orang untuk 1 kali suntik vaksin.

Vaksin itu Kristinus dapatkan dari sisa-sisa pelaksanaan vaksinasi yang digelar pemerintah. Di mana dalam kegiatan vaksinasi itu, Kristinus ikut serta sebagai vaksinator.

“Bahwa total seluruh yang diterima oleh terdakwa dr. Kristinus Saragih yang diberikan oleh terdakwa Selviwaty yaitu sebesar Rp142.750.000,” kata Bondan, Kamis (15/7/2021) malam.

Kristinus juga menyarankan terdakwa Selviwaty untuk meminta bantuan dengan temannya bernama dr. Indra Wirawan yang bertugas di Rumah Tahanan Negara Tanjung Gusta Medan, agar mendapatkan vaksin tambahan saat vaksin yang disimpannya habis.

“Selviwaty kemudian membuat kesepakatan dengan dr. Indra Wirawan untuk mau melakukan vaksin dengan orang-orang yang akan dikumpulkannya dan membuat kesepakatan  akan diberikan uang kepada dr. Indra Wirawan dari orang-orang yang akan divaksin tersebut sebesar Rp250.000 per orang untuk sekali suntik vaksin,” katanya.

“Dari uang sebesar Rp250.000 yang dikutip dari setiap orang yang akan divaksin maka dr. Indra Wirawan akan mendapat Rp220.000, sedangkan sisanya Rp30.000 untuk terdakwa Selviwaty alias Selvi. Bahwa total yang diterima oleh Indra Wirawan yang diberikan oleh Selviwaty atas melakukan pemberian dan penyuntikan vaksin kepada orang-orang yang mau memberikan uang tersebut yaitu sebesar  sebesar Rp. 134.130.000,” katanya lagi.

Atas perbuatannya kedua terdakwa yaitu Indra Wirawan dan Kristinus Saragih yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dijerat dengan Pasal 3 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Keduanya juga melanggar Pasal 12  huruf a dan atau huruf b dan atau Pasal 11 dan atau PAsal 5 ayat (1) dan atau Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sedangkan terdakwa Selviwaty alias Selvi (berkas terpisah) selaku koordinator bertugas mengkoordinir masyarakat yang akan divaksin dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a dan atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Selain dari ketiga tersangka tersebut, sejumlah barang bukti juga yang turut diterima. Di antaranya sejumlah dokumen, buku tabungan, vaksin, dan sejumlah barang lainnya yang berkaitan dengan penangananan perkara tersebut,” katanya.

Setelah pelimpahan ini, ketiga tersangka selanjutnya dilakukan penahanan sembari menunggu penyiapan dakwaan dan pelaksanaan sidang. Tersangka Indra Wirawan dan Kristinus Saragih ditahan di Rutan Labuhan Deli dan tersangka Selviwaty alias Selvi di Rutan Wanita  Klas IIA Tanjung Gusta Medan.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

News Feed