oleh

Rumah Sabu di Lombok, Diracik Ustaz dan Dikendalikan Jenderal

Mataram, mitrabhayangkara.com – Rumah produksi sabu di Kabupaten Lombok Timur digerebek tim khusus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap pemilik rumah berinisial SA (45) yang dijuluki ustaz, warga Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

SA diketahui yang mengelola dan meracik sabu. Bisnis haram itu ternyata dikelola narapidana yang mendekam di Lapas Kelas II A Mataram. Pria berjuluk Jenderal Yusuf itu pun dijemput petugas di lapas.

Kepala Lapas Mataram, Susanni mengatakan, sang jendral mendapat bahan baku sabu dari Malaysia dan bisnis pabrik sabu rumahan baru dijalankan sebulan.

“Menurut keterangan sang jenderal bahan baku sabu didatangkan dari Malaysia dan bisnis pabrik sabu rumahan baru dijalankan sebulan dengan menjanjikan upah Rp100 juta kepada ustaz,” katanya, Minggu (22/11/2020).

Dia mengatakan, pembongkaran rumah produksi sabu itu berkat peran serta semua elemen masyarakat.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah bersama-sama melawan peredaran sabu di NTB yang sudah masuk dalam masa gawat narkoba,” katanya.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, keberadaan rumah produksi narkotika ini berhasil terungkap berkat peran serta masyarakat.

“Jadi tidak ada hentinya, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi untuk masyarakat. Karena terungkapnya rumah produksi sabu-sabu ini berawal dari informasi masyarakat,” kata Helmi, Minggu (22/11/2020).

Awalnya, katanya, informasi menyebutkan ada satu lokasi di wilayah Pancor, Kabupaten Lombok Timur, kerap menjadi tempat berkumpulnya para pengedar.

“Kemudian anggota kami bergerak ke lokasi yang disebutkan dan melakukan penangkapan,” ujarnya. Penangkapan bersama Tim Satresnarkoba Polres Lombok Timur itu dilaksanakan pada Sabtu (21/11/2020) siang. Lokasi yang menjadi sasaran tersebut adalah indekos. Delapan orang ditangkap dari empat kamar indekos lengkap dengan barang bukti narkotika jenis sabu. Mereka yang ditangkap berinisial SR (24), RS (27), HA (24), RP (25), LN (27), RAK (36), HA (37), dan SH (32).

Dari penangkapan delapan orang, petugas mengamankan belasan poket sabu-sabu siap edar dengan berat berat keseluruhannya mencapai puluhan gram.

Ada juga disebutkan barang bukti perangkat isap sabu, timbangan digital, poket klip plastik kosong, telepon pintar dan uang tunai jutaan rupiah.

“Kemudian dari penangkapan pertama, anggota mendapat informasi asal-usul sabu tersebut dari seseorang yang mereka panggil ustaz,” ucap Helmi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, jelas Helmi, tim gabungan langsung melakukan pengembangan dan menyasar ke rumah ustad berinisial SA (45), di wilayah Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

“Dari TKP kedua inilah, tim kami miris setelah melihat di dalam rumah ustaz ini ada ruangan yang memang disiapkan untuk memproduksi narkotika jenis sabu skala rumahan,” kata Helmi.

Dalam ruangan yang diduga menjadi tempat produksi sabu-sabu tersebut, ditemukan cairan kimia beragam jenis pada botolan jerigen kotak berwarna putih. Ada yang bertuliskan cairan mekaphelamit, mixsofir, dan dimethyl sulfoxide. Ada juga ditemukan tabung pemadam kebakaran, satu kotak alumunium foil, kompor elektrik, gelas ukur, dan juga cawan kaca.

“Jadi selain berang-barang yang berhubungan dengan alat pembuatan sabu, ada juga didapatkan sabu-sabu,” ujarnya.

Aksi mengungkap jaringan narkoba ini ternyata tidak berhenti sampai di rumah produksi sabu di kediaman ustaz. Namun muncul lagi satu identitas pria yang disebut ustaz sebagai pemasok bahan baku pembuatan sabu-sabu.

“Orang yang disebut oleh ustaz ini adalah seorang warga binaan Lapas Kelas IIA Mataram, dia dikenal dengan nama Jenderal Yusuf. Menindaklanjutinya, tim langsung berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas IIA Mataram dan menangkap Jenderal Yusuf. “Sabtu (21/11) malam itu juga, Jenderal Yusuf kita amankan di lapas beserta telepon genggam miliknya,” ucap Helmi.

Seluruh pelaku diamankan dari tiga lokasi kini telah mendekam di balik jeruji besi Mapolda NTB.

Mereka beserta barang bukti masih menjalani pemeriksaan lanjutan di hadapan penyidik.

Karena perbuatannya, kini 11 pelaku termasuk Jenderal Yusuf yang berstatus warga binaan Lapas Kelas IIA Mataram terancam kena pidana Pasal 112 Ayat 2, Pasal 113 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2, Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

“Untuk pasal produksinya itu ada di Pasal 113,” ujarnya.

 

Sumber : iNews.id

Editor : spy

 

 

News Feed