oleh

Seorang Perempuan di Taput Dijebloskan ke Penjara karena Tipu Korbannya hingga Rp500 Juta

Taput, mitrabhayangkara.com – Setelah proses penyidikan perkara dugaan  tindak pidana penipuan yang merugikan korban  Sere Pina boru Naibaho (37),  warga Desa Sipahutar 1, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara (Taput), telah dianggap lengkap, akhirnya penyidik Polres Taput melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Tersangka Paulina Natalia Simanjuntak (30), warga Desa Sipahutar 1, Kecamatan Sipahutar, terbukti melakukan penipuan atas korban SPN, pada Januari 2021.

Tak tanggung – tanggung uang yang ditipu  tersangka dari korban sebesar Rp 500 juta.

Akibat perbuatannya, pelaku dilaporkan oleh korban  ke Polres Taput,  pada 10 Februari 2021. Setelah dilakukan penyidikan dan cukup alat bukti, Paulina langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, pada tanggal 21 April 2021.

Sebelum korban melaporkan hal tersebut ke Polres Taput, korban masih mengajak tersangka untuk damai dengan mengembalikan uangnya. Namun tersangka tidak ada niat baik dan bahkan sering bersembunyi-sembunyi.

Kapolres Taput, AKBP M Saleh SIK. MM melalui Kasubbag Humas, Aiptu W Baringbing, Kamis (3/6/2021), membenarkan kasus tersebut.

Ditgaskan, Paulina ditetapkan sebagai tersangka, pada tanggal 21 April 2021 dan langsung ditahan di ruang tahanan Polres Taput.

Modus yang dilakukan tersangka terhadap  korban Sere Pina dengan cara mengajak  korban untuk menabung deposito di salah satu BPR.

Tersangka mengaku bekerja di BPR. Tersangka pernah mendatangi rumah korban. Dan dari situlah si tersangka mengajak korban untuk membuat tabungan deposito.

Tersangka menjanjikan bunga deposito yang besar dan bonus hadiah  terhadap si korban. Kemudian tersangka juga menjanjikan, kalau korban memasukkan depositonya ke BPR tersebut akan mendapatkan hadiah sepeda motor dan emas.

Korban pun tergiur atas bujuk rayu tersangka  dan langsung mengikuti arahan tersangka dan memberikan uang tersebut.

Saat membuka deposito di BPR, korban tidak diperbolehkan untuk ikut  langsung ke BPR. Tersangka menganjurkan kepada  korban supaya deposito itu biar dibuat tersangka langsung.

Tersangka pun menyuruh  korban untuk mentransferkan uang sebesar Rp 500 juta. Pentransferan uang tersebut dilakukan korban dalam 11 tahap mulai tanggal 6 Januari sampai 13 Januari.

Namun buku deposito dari BPR yang dijanjikan tersangka tak kunjung ada diserahkan kepada si korban.

Setelah beberapa lama,  korban pun merasa curiga dan langsung menghubungi serta   menjumpai  tersangka Paulina, pada tanggal 17 Januari 2021. Korban meminta supaya tersangka mengembalikan uang Rp 500 juta tersebut.

Namun niat baik  tersangka pun tidak ada untuk mengembalikan uang  korban. Tersangka selalu membuat alasan.

Tak terima dengan perbuatan  tersangka,  korban   langsung melaporkan hal tersebut  ke Polres Taput.

Dari hasil penyidikan kita sudah alat bukti sudah terpenuhi dan PS  ditetapkan dan langsung kita tahan, ujarnya.

Terhadap tersangka, kita menerapkan pasal 372 sub 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, tutup Aiptu W Baringbing.

 

Penulis : bahari

Editor   : spy

News Feed