oleh

Sidang Lanjutan Kasus Ruang Pertemuan Hotel Kuansing, JPU Hadirkan Saksi Ahli PKN dan Ahli LKPP

Kuansing, mitrabhayangkara.com – Tipikor Pekanbaru kembali menggelar sidang lanjutan dugaan korupsi ruang pertemuan Hotel Kuansing tahun anggaran 2015.

Hari ini sidang lanjutan dari dugaan korupsi ruang pertemuan Hotel Kuansing yang menjerat mantan Kadis CKTR Kuansing, Fakhruddin dan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Alfion Hendra.

Sidang hari ini dengan agenda pemeriksaan ahli PKN dan ahli LKPP yang dihadirkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kuansing.

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi itu, dibenarkan Kajari Kuansing, Hadiman, SH, MH, Jum’at sore (9/7/2021) melalui rilisnya.

“Ya, benar. Hari ini merupakan sidang lanjutan dari kasus dugaan korupsi ruang pertemuan Hotel Kuansing,” ujar Kajari terbaik Ke-3 Nasional dan ke 1 se-Riau ini.

Hadiman langsung hadir di PN Tipikor Pekanbaru yang merupakan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Kuansing. Sidang hari ini dengan agenda pemeriksaan dari saksi ahli PKN, dan saksi ahli LKPP yang dihadirkan oleh pihak JPU.

Saksi ahli yang dihadirkan adalah Muhammad Ansar, SE, salah satu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Tadulako Palu dari ahli PKN, dan DR. Ahmad Fery Tanjung, SH, salah satu Dosen di Sumatera Utara, LKPP dan  diperiksa secara virtual, kata Hadiman yang juga Ketua JPU Kejari Kuansing.

Lebih jauh dikatakan Hadiman, kasus korupsi ini berawal dari pembangunan ruang pertemuan Hotel Kuansing yang dilakukan pada tahun 2015 lalu.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan PT Betania Prima dengan anggaran Rp 13,1 miliar. Namun, pekerjaan tak selesai dan realisasi hanya 44,5 persen. Dari bobot pekerjaan yang hanya 44,5 persen ternyata pembayaran Rp 5,2 miliar. Dalam pemeriksaan, pihak kejaksaan tidak menemukan pekerjaan tersebut.

Bahkan menurut Hadiman, barang-barang mobiler yang ada tidak sesuai spek. Atas pekerjaan tersebut, negara ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 5 miliar lebih, jelas Hadiman.

 

Penulis : Riki

Editor   : spy

News Feed