oleh

Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja di Medan Sudah Beroperasi Setahun

Medan, mitrabhayangkara.com – Personel Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan membongkar praktik pemalsuan data penerima manfaat bantuan Kartu Prakerja.

Sindikat tersebut diduga sudah beroperasi selama setahun terakhir dan sudah mengunggah ribuan data ke Pusat Data Kartu Prakerja.

“Iya pengakuan mereka sudah setahun. Tapi masih kami dalami lagi,” kata Kapolres Belawan AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang, Selasa (5/10/2021).

Dari praktiknya itu, sindikat tersebut sudah berhasil mendapatkan uang senilai lebih dari Rp80 juta.

“Uang itu ditransfer pengelola Kartu Prakerja ke dompet digital yang juga dipalsukan oleh sindikat tersebut. Bukan ke rekening penerima Kartu Prakerja yang mereka daftarkan,” ucapnya.

Sebelumya diberitakan, Polisi menangkap enam anggota sindikat pemalsu data penerima bantuan Kartu Prakerja di wilayah Medan.

Mereka adalah RVP (23) warga Rokan Hulu, NS (23) warga Rokan Hulu Riau, IR (25) warga Medan Marelan, AH warga Simalungun, AR (22) dan MSH (29) warga Deliserdang.

Aksi sindikat ink terendus Polisi saat menjual data-data penerima manfaat bantuan kartu Prakerja  tersebut secara online. Mereka mendapatkan data-data untuk dipalsukan dari media sosial, termasuk aplikasi perpesanan Telegram.

Atas perbuatannya, anggota sindikat yang berjumlah 6 orang tersebut akan dijerat dengan Pasal 35 atau Pasal 263 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Ancaman hukuman enam tahun penjara,” ucapnya.

 

Sumber : iNews.id

Editor   : spy

 

News Feed