oleh

Tiga LSM Desak Polda Kalbar Tuntaskan Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dan BP2TD

Pontianak, mitrabhayangkara.com – Aktivis Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi (Gasak), Nusantara Coruption Watch (NCW) dan Kayong Peduli, mendatangi Polda Kalbar.

Massa mempertanyakan penanganan kasus korupsi yang terkesan jalan di tempat, Senin (30/8/2021).

Ketiga organisasi tersebut, dalam pernyataan sikapnya, menyoroti kasus dugaan korupsi pengerjaan jalan Tebas, Jawai dan Tanah Hitam dengan nilai pekerjaan Rp12 miliar tahun 2019. Dan proyek pembangunan gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD), di Kabupaten Mempawah.

Ketua Gerakan Anti Suap dan Korupsi (Gasak) Kalimantan Barat,  Drs.Hikmat Siregar, mengatakan, masyarakat perlu kepastian hukum terhadap penanganan kasus dugaan korupsi pengerjaan Jalan di Tebas, Jawai dan Tahan Hitam, Kabupaten Sambas serta pembangunan gedung BP2TD Kabupaten Mempawah yang ditangani Polda Kalbar.

Hikmat menerangkan, sudah hampir satu tahun, masyarakat belum mendapatkan kabar sudah sampai dimana penanganannya.

“Terakhir kami mendengar, polisi telah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar,”kata Hikmat.

Oleh karena itu, lanjut Hikmat, pihaknya meminta kepastian hukum kepada Polda Kalbar. Jika memang kasus korupsi ini tidak dilanjutkan, maka keluarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) agar masyarakat mengetahuinya.

 

Penulis : AS

Editor   : Spy

News Feed