oleh

Tim Survey Kemenko Marves Bertemu Bupati Pakpak Bharat, Ini yang Dibahas

Pakpak Bharat, mitrabhayangkara.com – Tim survey dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, bertemu dengan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, di pendopo Bupati Salak, pada  Jumat (11/06/2021).

Pertemuan ini dalam rangka rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Singkil – Pakpak Bharat, menuju Bandara Silangit, guna mendukung investasi Dubai Murban Energy dan KSPN Danau Toba yaitu jalan Keras/Sompin (Kab. Aceh Singkil) ke Pagindar,  menuju Kota Salak dan selanjunya ke Bandara Silangit yang diperkirakan  sepanjang ± 180 Km dengan  estimasi waktu sekira ± 4 jam.

Menurut Bupati Pakpak Bharat, kedepannya setelah terbangunnya jalan yang akan didanai dari APBN dan berstatus menjadi jalan nasional tersebut, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah, khususnya menghubungkan daerah-daerah yang terisolir dari Kabupaten Pakpak Bharat dan akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di kedua daerah terutama Aceh Singkil dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Sedangkan ke Bandara Silangit hanya empat jam perjalanan saja , hal itu jauh lebih efektif dan ekonomis jika warga melalui jalan Aceh Singkil – Sibagindar.

Program pembangunan jalan ini juga mendukung program strategis nasional kawasan Food Estate Sumatera Utara, yaitu distribusi hasil produksi pertanian dari Pakpak Bharat menuju Kabupaten  Humbang Hasundutan serta dari daerah lainnya menuju Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Provinsi Nangro Aceh Darussalam bisa lancar termasuk hasil laut dari Aceh Singkil saat membawa ke Medan lebih cepat melalui jalan Singkil-Sibagindar.

Hubungan timbal balik otomatis tercipta antara Kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Pariwisata Pulau Banyak Kabupaten  Aceh Singkil dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurut Bupati, disisi lain apabila  ruas jalan arteri tersebut terbuka dalam kondisi yang baik, maka arus barang dan jasa menjadi lancar yang tentunya berdampak pada peningkatan perekonomian Kabupaten Pakpak Bharat sekaligus lepas dari keterisolasian serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan berkurangnya biaya transportasi hasil perkebunan dan pertanian masyarakat Pagindar seperti padi, kelapa sawit, serai wangi dan nilam. Restoran akan berkembang dan perhotelan juga akan berkembang serta  mewujudkan masyarakat yang Nduma (sejatera).

Ibu Kota Kabupaten Pakpak Bharat yakni “Kota Salak” juga akan menjadi posisi silang yang sangat strategis.

Seperti diketahui, Kabupaten Pakpak Bharat dan Aceh Singkil juga mempunyai kesamaan adat, budaya dan juga leluhur, sehingga banyak  kesamaan tersebut akan  membuat persahabatan diantara dua kabupaten ini semakin harmonis dan menjadi modal yang sangat besar dalam melaksanakan pembangunan secara bersama-sama.

 

Penulis : db

Editor   : spy

News Feed