oleh

Tolak Warkop Ditutup, Pengusaha Siram Personel Satgas Covid-19 Pakai Air Panas

Medan, mitrabhayangkara.com – Seorang pengusaha warung kopi (warkop) di Jalan Gatot Subroto Kota Medan nekat menyiram personel gabungan yang menggelar razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menggunakan air panas.

Pemilik bernama Rakesh tidak terima puluhan petugas berupaya menutup warkop miliknya.

Akibat perbuatannya tersebut, Rakesh kemudian diamankan petugas gabungan dan selanjutnya menjalani persidangan di Kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Medan.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim tunggal Ulina Marbun dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suryanta Desy, Rakesh divonis bersalah dan dihukum dua hari penjara dan denda sebesar Rp300.000.

Usai sidang dan dijatuhi hukuman, Rakesh mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena tidak terima dengan puluhan petugas datang untuk menutup warung miliknya.

Tak tanggung-tanggung, dia mengatakan puluhan petugas datang mengendarai tiga truk.

“Mereka datang dengan tiga truk kayak teroris mau menutup warungku. Anakku ada lima yang sekolah. Semua kebutuhan memerlukan uang, kalau ditutup gimana nasib anak istriku,” kata Rakesh.

Rakesh mengatakan penutupan warung miliknya karena PPKM Darurat seperti tidak ada solusi dari pemerintah. Dia menyebutkan hingga saat ini dia tidak mendapatkan bantuan baik dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi maupun Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Apa yang saya dapat, terancam anak istri saya, siapa yang kasih makan, pemerintah yang ngasih makan anak istri saya. Tak ada pemerintah yang kasih makan. Nyuruh tutup tapi tak bertanggung jawab,” ucap Rakesh.

Sementara itu personel Satpol PP Provinsi Sumatera Utara, Carly Can pada awak media mengaku disiram air panas yang mengenal wajah dan tangannya.

“Pagi tadi kami datang bersama petugas gabungan lainnya untuk melaksanakan penegakan aturan PPKM darurat. Tapi dia  melawan untuk ditutup tempat usahanya, malah kami disiram air panas. Saya cuma berharap dia ( Rakesh ) minta maaf,” ucapnya.

Sementara itu Camat Medan Petisah Arga Novian menjelaskan bahwa pihak kecamatan Medan Petisah hanya mengimbau agar pedagang mematuhi peraturan PPKM darurat.

“Pada masyarakat yang berdagang silahkan berjualan tapi jangan ada makan di tempat cukup bawa pulang, tetap patuhi peraturan pemerintah. Kami harap pedagang lainnya tidak menirunya (Rakesh ) demi menekan angka Covid 19, biarkan kami terus bekerja,” ujar Arga.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

News Feed