oleh

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK terkait Dugaan Suap Pengurusan DAK

Jakarta, mitrabhayangkara.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman (BBD) setelah diperiksa hari ini, Jumat (23/10/2020). Budi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tahun 2018.

Budiman ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Dia akan menjalani masa penahanan pertama selama 20 hari ke depan.

“KPK melakukan penahanan terhadap tersangka BBD selama 20 hari ke depan, sejak hari ini tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan 11 November 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK yaitu di kavling C1,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat menggelar konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020).

Ghufron mengatakan dalam kasus ini KPK telah memeriksa 33 saksi dan dua ahli untuk melengkapi berkas perkara penyidikan Budiman. Sebelum menjalani penahanan, Budi Budiman akan menjalan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan.

“Sebagai protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 maka tahanan akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rutan tersebut,” ujar Ghufron.

Sebagai informasi, Budi Budiman merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun 2018. Budiman ditetapkan sebagai tersangka pada April 2020 dan baru ditahan hari ini.

Budiman ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ‎memberi suap sebesar Rp400 juta kepada pejabat Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo. Uang itu untuk disinyalir untuk memuluskan DAK Tasikmalaya tahun 2018.

Budiman disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

Sumber : iNews.id

Editor    : spy

News Feed